Fiksi Menurut Saya

June 15, 2007

Kata
fiksi sudah akrab di telinga kita semua, apa lagi di telinga para
sineas (mengingat pengunjung site ini mayoritas adalah sineas juga).
Fiksi yang kita ketahui di dalam dunia sinematografi adalah salah satu
kelompok besar dari peng-genre-an film, yang artinya tidak nyata atau karangan semata dan tidak ada hubungannya dengan kejadian sebenarnya.

   

Dengan
keterbatasan pengetahuan saya, saya akan membagi fiksi itu sendiri
menjadi 2 jenis, yaitu fiksi parsial dan fiksi total. Fiksi parsial
merupakan jenis fiksi yang dimana bagian fiksinya hanya pada
garis-garis tertentu saja dan sisanya adalah fakta.

   

Contoh,
film “Jomblo”. Pengarang cerita dalam film ini hanya mengarang sisi
pribadi atau kehidupan pribadi dari karakter-karakternya, misalnya
karakter Agus yang dikarangnya sebagai mahasiswa di UNB yang merupakan
perguruan tinggi fiksi juga. Dalam fiksi pasial, cerita cenderung lebih
simpel. Karena pengarangnya menganggap hal-hal lainnya telah diketahui
oleh penonton. Contohnya (masih dalam film Jomblo), pengarang tidak
menjelaskan bahwa “angkot” adalah alat transportasi umum yang memiliki
jurusan-jurusan tertentu.

   

Berbeda
dengan fiksi parsial, agak sulit menemukan contoh fiksi total di
Indonesia. Walaupun tidak mungkin seorang pengarang membuat sebuah
cerita yang murni fiksi tanpa ada hal lumrahnya sedikitpun (hanya Tuhan
yang bisa melakukan hal itu). Namun hampir sebagian besar unsur-unsur
dalam fiksi total yang dibuat sangat berbeda dari fakta, karena itulah
biasanya film fiksi total memiliki lingkup cerita yang luas karena
banyak hal yang harus dijelaskan oleh si pengarang.

   

Kita
ambil contoh film Star Wars. Di film ini kita dapat melihat budaya
dasar karakter-karakternya sangat berbeda dengan kehidupan nyata.
Karena itulah biasanya pada awal film, dijelaskan keadaan default dari dunia yang akan diceritakan ini. Barulah dimunculkan konflik-konfliknya.

   

Sebuah
wacana yang sangat tidak sempurna dari saya. Komentar sangat saya
harapkan atas tulisan ini. Semoga dapat membantu para sineas yang masih
bingung.

Artikel ini pernah dimuat di www.rollingaction.com

Selalu

June 2, 2007

Selalu menemaniku saat kau jauh dari diriku
Ia bercahaya di atas sana .. di kesunyian malam
Sentuhan lembutnya membalut tubuhku .. menghangatkan diri yang sepi
Selalu mengobatiku .. saat rindu menerpa diriku
Tuhan .. biarkanlah ia temaniku sepanjang malam …
selalu…

Masih terduduk diam memikirkan desas desus tentang gempa yang bakal dateng di Bandung (serem sekali..). Belum lagi di minggu tenang yang pasti ‘tenang’ ini saya harus berjuang untuk menghadapi ujian, ’selalu’. Target saya untuk dapet banyak hal dari perjalanan ke Yogya dan Jakarta terpeuhi 70%, lumayan lah. Disamping saya emang enjoy dengan apa yang kita semua lalui kemarin-kemarin.
Yah, saya hanya bisa simpan cerita itu dan tersenyum sendiri. Karena saya tau, mereka tidak akan tertarik dengan cerita-cerita saya yang "apa sih, Dal!!".
Besok Persib tanding euy. I miss them so bad!!! Hahaha…