Bingkai
November 28, 2006
Setelah tujuh hari harus menerima kenyataan bahwa motherboard komputer saya meledug, saat itu juga harus datang kenyataan bahwa UTS HAN yang minggu lalu ditolak dosen bakalan lebih rumit lagi. Ya, Semua bahan ada harddisk sih. Untungnya ada "Buku Pintar FH", kumpulan catatan Mas Ande selama dia kuliah sampe tahun 2004 kemarin.
Hujan akhir-akhir ini benar sakti. Makin banyak bersin yang keluar, makin banyak lumpur yang tertempel di motor saya. Hal itu belu seberapa kalo dibanding dengan rasa malas yang datang setiap kali jam menunjukkan waktu kuliah. Hehe, tapi saya patut berbangga pada diri saya. Entah kenapa akhir-akhir ini keseriusan saya kuliah semakin terpancar (muda!). Walaupun di kampus tetap saja sendirian, hanya 2-3 orang saja yang menyapa setiap harinya. Shoegaze! Tidak ada yang lebih menarik untuk dilihat selain sepatu cokelat jebol saya.
Pak Kuntana yang datang hari ini. Asisten yang biasa menggantikannya, hari ini tidak kelihatan. Dua jam berlalu, satu setengahnya saya habiskan dengan tidur di meja "chitose". Saya benar-benar tidak tahan mendengar Pak Kuntana berbicara mengenai "Sistem Kepartaian di Indonesia" dengan frekwensi suara yang superlow itu. Belum lagi saat ditinggalkannya mic itu dan mulai menulis nama-nama ahli hukum di papan tulis. Semua orang hampir gila mendengar feedback microphone yang dia tinggalkan menyala selama dia menulis.
Hah, mungkin besok akan berbeda…
_myrdal_
Leave a Reply