Dia dan Surganya
October 15, 2006

Benarkah
kita hidup di dunia ini hanya untuk mencari sebuah surga? Jika “YA”, maka dia
telah mengalahkan kita. Dia telah dapat surganya. Sebuah surga dunia, yang
tidak semua orang dapat memilikinya.
Orang
itu dengan surganya. Surga yang dia ciptakan sendiri, namun dia sangat puas dan
menikmati hal itu. Dia tidak butuh uang jutaan, kasur empuk, mobil mewah,
pendinging udara, atau hal-hal lain yang memang tak mungkin digapainya.
Sekarang hanya ini, hanya trotoar ini yang dia punya. Biarlah mobil-mobil itu berseliwera
disamping telinganya, dia takkan terusik. Hal itu bukan berisik baginya, bukan
gangguan. Dan juga teriknya sengatan matahari, tidak dihiraukannya. Dia tetap
menikmati surganya, surga yang dibangun dengan apa yang dia punya. Dia tidak
seperti orang-orang yang memimpikan surga, dia membuat sendiri surganya.
-Myrdal-
October 15th, 2006 at 9:59 pm
sama yang saya lihat terhadap orang orang yang ketika menengadah kelangit bom bom berjatuhan, ada yang lahir di lingkungan orang kaya terbawa kaya, ada orang yang lahir di lingkungan miskin, seolah tidak bisa merubah garis miskinnya, ada orang lahir di lingkungan perang, mau tak mau angkat sentata atau mati…apakah kenyataan itu sebenarnya kematian, dan yang kita materi yang kita peroleh sekarang semua teruraiiiiiiii…
tapi jika kita hidup menemukan surga dunia, seperti hina…………………