Bahan Renungan - Terhukum 1 Tahun
November 16, 2008
from: http://terhukum.blogspot.com/
src=”http://oneian.go-persib.com/terhukumbanner.png” alt=”Terhukum” width=”145″ height=”283″ />
Sehubungan dengan keputusan sanksi 1 tahun tanpa atribut terhadap bobotoh Persib. Maka dengan ini kami –bobotoh Persib di Internet– akan menjalankan keputusan ini sebagai bahan renungan untuk bertindak lebih baik lagi dikemudian hari. Sebagai bentuk kebanggaan kami terhadap Persib Bandung dan demi kemajuan sepakbola indonesia pada umunya.
Tindakan ini bukan merupakan pembenaran atau menyalahkan pihak-pihak tertentu sebagai sebab jatuhnya sanksi. Tindakan ini sifatnya lebih kepada bagaimana kita melihat kedepan, bagaimana kita bersikap, apa yang bisa kita lakukan.
Tertanda,
Komunitas Bobotoh Sa-alam Dunya
ps. Bagi bobotoh yang punya blog lainnya yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat undangan acara ini.
Secrets behind my name (keren…)
July 15, 2008
You are confident, self assured, and capable. You are not easily intimidated.
You master any and all skills easily. You don’t have to work hard for what you want.
You make your life out to be exactly how you want it. And you’ll knock down anyone who gets in your way!
You are well rounded, with a complete perspective on life.
You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.
At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.
You are very open. You communicate well, and you connect with other people easily.
You are a naturally creative person. Ideas just flow from your mind.
A true chameleon, you are many things at different points in your life. You are very adaptable.
You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.
Success comes rather easily for you… especially in business and academia.
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person.
You are usually the best at everything … you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic "Type A" personality.
You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.
You are a free spirit, and you resent anyone who tries to fence you in.
You are unpredictable, adventurous, and always a little surprising.
You may miss out by not settling down, but you’re too busy having fun to care.
You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.
You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense.
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.
You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow.
You are light hearted and accepting. You don’t get worked up easily.
Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is.
You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.
And because you’re so lucky, you don’t really have a lot of worries. You just hope for the best in life.
You’re sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.
Selamat Pagi
Liburan hampir habis. Langkah kaki belum kemana-mana, masih Bandung-Cimahi. Rasanya sayang kalau terus-terusan gini. Gak rela. Ditambah PLN yang terus-terusan bagi-bagi giliran mati listrik (yah, itung-itung kampanye hari tanpa listrik).
Judul di atas dikutip dari kutipan horoscope yang ada di friendster sebelum saya nulis blog ini. Yah, walaupun saya gak percaya sama ramalan - tapi judulnya bagus juga, hahaha…
Berangkat-berangkat-berangkat. Kemana kek. Kemping kek. Mancing kek. Berendem air panas kek. Pokoknya berangkat.
Dia terbangun dari tidurnya tepat pukul 8 pagi. Kali ini oleh suara berisiknya hentakan alat-alat pertukangan. Satu hal yang tidak habis-habis terpikir oleh Dia adalah Kenapa kuli-kuli itu tidak berpikir untuk kerja sambil bermain musik ritmik? Kan lumayan, nggak begitu ganggu telinga. Walaupun akhirnya Dia sadar bahwa dia terkena meracau-sindrom-bangun-tidur-tea-gening. Memang rata-rata orang bangun tidur selalu sensitif dan merasa benar - pokoknya orang lain yang salah.
Ternyata papan nama bertuliskan GOR MEKAR kembali dipasang. Spanduk TOTAL FUTSAL yang kemarin terpampang di tembok GOR pun sudah tidak ada. Dia masih heran sambil nongol di jendela kamarnya di lantai 2.
Setelah mata Dia melihat-lihat sekitar, dia melihat Kawan - teman sebelah rumahnya. Kawan terlihat senyum lebar, lebih terlihat seperti senyum kemenangan. Dia menaikkan sedikit alisnya, menanyakan pertanyaan yang sedah pasti Kawan mengerti. Kawan pun menjawab dengan anggukan kecil yang sudah pasti Dia pahami.
Akhir-akhir ini banyak GOR badminton yang dirubah menjadi lapangan futsal. Untung tidak yang ini. Terima kasih THOMAS dan UBER CUP, sehingga badminton ada dimana-mana lagi, di kota dan di desa lagi. Bukan saya membenci futsal, tapi harus ada keseimbangan. Batin Dia berkata sendiri.
Myrdal
Fiksi Menurut Saya
June 15, 2007
Kata
fiksi sudah akrab di telinga kita semua, apa lagi di telinga para
sineas (mengingat pengunjung site ini mayoritas adalah sineas juga).
Fiksi yang kita ketahui di dalam dunia sinematografi adalah salah satu
kelompok besar dari peng-genre-an film, yang artinya tidak nyata atau karangan semata dan tidak ada hubungannya dengan kejadian sebenarnya.
Dengan
keterbatasan pengetahuan saya, saya akan membagi fiksi itu sendiri
menjadi 2 jenis, yaitu fiksi parsial dan fiksi total. Fiksi parsial
merupakan jenis fiksi yang dimana bagian fiksinya hanya pada
garis-garis tertentu saja dan sisanya adalah fakta.
Contoh,
film “Jomblo”. Pengarang cerita dalam film ini hanya mengarang sisi
pribadi atau kehidupan pribadi dari karakter-karakternya, misalnya
karakter Agus yang dikarangnya sebagai mahasiswa di UNB yang merupakan
perguruan tinggi fiksi juga. Dalam fiksi pasial, cerita cenderung lebih
simpel. Karena pengarangnya menganggap hal-hal lainnya telah diketahui
oleh penonton. Contohnya (masih dalam film Jomblo), pengarang tidak
menjelaskan bahwa “angkot” adalah alat transportasi umum yang memiliki
jurusan-jurusan tertentu.
Berbeda
dengan fiksi parsial, agak sulit menemukan contoh fiksi total di
Indonesia. Walaupun tidak mungkin seorang pengarang membuat sebuah
cerita yang murni fiksi tanpa ada hal lumrahnya sedikitpun (hanya Tuhan
yang bisa melakukan hal itu). Namun hampir sebagian besar unsur-unsur
dalam fiksi total yang dibuat sangat berbeda dari fakta, karena itulah
biasanya film fiksi total memiliki lingkup cerita yang luas karena
banyak hal yang harus dijelaskan oleh si pengarang.
Kita
ambil contoh film Star Wars. Di film ini kita dapat melihat budaya
dasar karakter-karakternya sangat berbeda dengan kehidupan nyata.
Karena itulah biasanya pada awal film, dijelaskan keadaan default dari dunia yang akan diceritakan ini. Barulah dimunculkan konflik-konfliknya.
Sebuah
wacana yang sangat tidak sempurna dari saya. Komentar sangat saya
harapkan atas tulisan ini. Semoga dapat membantu para sineas yang masih
bingung.
Artikel ini pernah dimuat di www.rollingaction.com
Selalu
June 2, 2007
Selalu menemaniku saat kau jauh dari diriku
Ia bercahaya di atas sana .. di kesunyian malam
Sentuhan lembutnya membalut tubuhku .. menghangatkan diri yang sepi
Selalu mengobatiku .. saat rindu menerpa diriku
Tuhan .. biarkanlah ia temaniku sepanjang malam …
selalu…
Masih terduduk diam memikirkan desas desus tentang gempa yang bakal dateng di Bandung (serem sekali..). Belum lagi di minggu tenang yang pasti ‘tenang’ ini saya harus berjuang untuk menghadapi ujian, ’selalu’. Target saya untuk dapet banyak hal dari perjalanan ke Yogya dan Jakarta terpeuhi 70%, lumayan lah. Disamping saya emang enjoy dengan apa yang kita semua lalui kemarin-kemarin.
Yah, saya hanya bisa simpan cerita itu dan tersenyum sendiri. Karena saya tau, mereka tidak akan tertarik dengan cerita-cerita saya yang "apa sih, Dal!!".
Besok Persib tanding euy. I miss them so bad!!! Hahaha…
Sayap (sebuah sajak)
December 1, 2006
"Pak, beli ayam gorengnya dong…"
"Bade nu mana, Jang??"
"Sayap"
selesai..
maklum, namanya juga celoteh ceria… ahahaiiii…..
Bingkai
November 28, 2006
Setelah tujuh hari harus menerima kenyataan bahwa motherboard komputer saya meledug, saat itu juga harus datang kenyataan bahwa UTS HAN yang minggu lalu ditolak dosen bakalan lebih rumit lagi. Ya, Semua bahan ada harddisk sih. Untungnya ada "Buku Pintar FH", kumpulan catatan Mas Ande selama dia kuliah sampe tahun 2004 kemarin.
Hujan akhir-akhir ini benar sakti. Makin banyak bersin yang keluar, makin banyak lumpur yang tertempel di motor saya. Hal itu belu seberapa kalo dibanding dengan rasa malas yang datang setiap kali jam menunjukkan waktu kuliah. Hehe, tapi saya patut berbangga pada diri saya. Entah kenapa akhir-akhir ini keseriusan saya kuliah semakin terpancar (muda!). Walaupun di kampus tetap saja sendirian, hanya 2-3 orang saja yang menyapa setiap harinya. Shoegaze! Tidak ada yang lebih menarik untuk dilihat selain sepatu cokelat jebol saya.
Pak Kuntana yang datang hari ini. Asisten yang biasa menggantikannya, hari ini tidak kelihatan. Dua jam berlalu, satu setengahnya saya habiskan dengan tidur di meja "chitose". Saya benar-benar tidak tahan mendengar Pak Kuntana berbicara mengenai "Sistem Kepartaian di Indonesia" dengan frekwensi suara yang superlow itu. Belum lagi saat ditinggalkannya mic itu dan mulai menulis nama-nama ahli hukum di papan tulis. Semua orang hampir gila mendengar feedback microphone yang dia tinggalkan menyala selama dia menulis.
Hah, mungkin besok akan berbeda…
_myrdal_
Dia dan Surganya
October 15, 2006

Benarkah
kita hidup di dunia ini hanya untuk mencari sebuah surga? Jika “YA”, maka dia
telah mengalahkan kita. Dia telah dapat surganya. Sebuah surga dunia, yang
tidak semua orang dapat memilikinya.
Orang
itu dengan surganya. Surga yang dia ciptakan sendiri, namun dia sangat puas dan
menikmati hal itu. Dia tidak butuh uang jutaan, kasur empuk, mobil mewah,
pendinging udara, atau hal-hal lain yang memang tak mungkin digapainya.
Sekarang hanya ini, hanya trotoar ini yang dia punya. Biarlah mobil-mobil itu berseliwera
disamping telinganya, dia takkan terusik. Hal itu bukan berisik baginya, bukan
gangguan. Dan juga teriknya sengatan matahari, tidak dihiraukannya. Dia tetap
menikmati surganya, surga yang dibangun dengan apa yang dia punya. Dia tidak
seperti orang-orang yang memimpikan surga, dia membuat sendiri surganya.
-Myrdal-
Selasa
October 15, 2006
Selasa, 12 Septembar 2006
Siang itu memang panas seperti Mesir. Tapi tidak
menyurutkan semangat saya yang baru membeli roll film isi 36. Dan hasrat yang
luar biasa akan sebuah dokumentasi sosial. Entah kenapa saya merasa harus
meninggalkan motor saya, dan memulai marathon di Egypt
of Java ini.
“Yak, hari ini saya adalah pejalan kaki.” Saya
bergumam dalam hati.
Dengan kamera di tangan, hal yang benar-benar
menyegarkan semangat. Satu demi satu lorong-lorong jalan saya lewati, masih
hampa. Masih rabun tentang hal yang akan menjadi obyek foto saya hari ini.
Tidak terlalu banyak rencana dalam langkah-langkah saya. Saya tidak ingin
mencari komposisi gambar yang terlalu bagus, yang ingin saya dapat hari ini
adalah “moment”.
Beberapa langkah kedepan, seorang pria setengah baya, menyapa saya.
Suaranya terlalu kecil, sehingga saya harus mendekatkan telinga untuk dapat
menyimak kata-katanya lebih jelas.
“Dari mana?” Ambigu. Saya terlalu bingung dengan ucapannya.
“Apa, Pak?”
“Dari Malaysia ya?” Dijawabnya. Saya semakin bingung. Kenapa saya malah
disangka orang Malaysia. Hal pertama yang terpikir adalah mungkin karena saya
membawa kamera dan berjalan kaki saat itu, seperti turis (ya kalau dibilang
bule sih ga pantes, makanya dikira dari Malaysia).
“Sanes, Pa. Abdi mah ti dieu.” Jawab saya sambil melontar sedikit senyum
padanya. Setelah itu, pandangan saya tertuju pada sebuah peci yang
dipengangnya. Seperti difungsikan sebagai tempat menegadahkan uang. Saya pun
merogok saku, dan memberikannya sejumlah uang. Dia lalu pergi, saya sempat
melihat senyuman terakhirnya.
Entah kenapa, saat bapak itu berbalik badan, saya ingin sekali
memotretnya. Lucu juga, disangka orang Asing.
Myrdal